Template

Senin, 18 Mei 2015

Buddhis: “Akan Kami Bunuh Semua Muslim di Myanmar”



Menggenggam pisau, parang, dan bambu, ratusan ekstremis Buddhis berpatroli ke sekujur Mandalay -- kota terbesar kedua di Myanmar -- seraya meneriakan ancaman akan membunuh semua Muslim.

"Kami akan bunuh semua umat Islam," teriak mereka saat berbaris di jalan-jalan, setelah menghadiri pemakaman seorang pria Buddha tewas saat kerusuhan Muslim-Buddhis, Rabu (3/7).

Kerusuhan juga menewaskan seorang pria Muslim, yang dikeroyok disergap dalam perjalanan ke masjid untuk menunaikan shalat subuh. Muslim yang tewas adalah warga asli Myanmar, dan aktivis Dialog antar-Iman.

Kekerasan Muslim-Buddhis meletus awal pekan ini. Sekitar 300 umat Buddha, termasuk 30 biksu, menyerang sebuah warung teh milik warga Muslim yang diduga memperkosa wanita Buddhis.

Umat Buddha melempari properti Muslim dengan batu, merampok toko, rumah, merusak masjid dan mobil, serta melukai beberapa Muslim dengan pisau.


Polisi Myanmar mengerahkan ratusan personel, dan membuat perintang kawat berduri, serta memblokir jalan-jalan ke lingkungan mayoritas Muslim. Pengamanan pasif ini diharapkan dapat mencegah sepeda motor dan mobil penyerang mendekati properti Muslim.

Namun tidak ada upaya kepolisian melucuti senjata umat Buddha, atau menangkap biksu penggerak kerusuhan. Bahkan polisi tidak melakukan apa-apa ketika umat Buddha berparade di jalan-jalan dengan senjata tajam di tangan.


Yang terjadi adalah polisi menggeledah rumah-rumah warga Muslim, menangkap lima orang dengan tuduhan menyimpan senjata tajam. Padahal, pisau yang disimpan adalah pisau upacara.

"Polisi pasti tahu itu pisau upacara," ujar Ossaman, imam masjid terbesar di Mandalay. "Mereka tidak melanggar hukum."

Muslim Myanmar terdiri dari berbagai latar belakang; India, Tiongkok, dan Bangladesh. Mereka telah ada di Myanmar sejak ratusan tahun. Jumlah mereka mencapai empat persen dari 60 juta penduduk Myanmar.



Jumat, 27 Februari 2015

Membuat Installer ( Delphi ) menggunakan inno Setup

Inno Setup adalah salah satu tool yang digunakan para developer untuk membuat installer aplikasi yang dibuat. Inno Setup suport menggunakan bahasa pascal sehingga kita dapat menambahkan code pascal sendiri pada waktu membuat installer.

Langsung saja saya contohkan membuat installer dengan menggunakan Inno setup.
1. Siapkan Inno Setup Inno Setup 5.5.2
2. Siapkan aplikasi yang mau dibuat installer :D.
3. Install Inno Setup di Komputer
4.Buka Inno Setup , gambar akan tampak seperti dibawah ini


Inno Setup 5.5.2


5. Pilih Create a new file using the Script Wizard maka akan tampil gambar seperti dibawah.

  1. Inno Setup 5.5.2
6. Tekan tombol Next , tampilan seperti gambar dibawah.
  1. Inno Setup 5.5.2
7. Setelah informasi aplikasi sudah diisi kemudian tekan tombol Next. Tampilan akan seperti pada gambar dibawah.

8.  Kemudian Next, tampilan seperti dibawah.


9.  Tekan tombol Browse pilih lokasi dimana aplikasi disimpan. Lihat tampilan dibawah.


10. Kemudian apabila ada file tambahan dari aplikasi maka tambahkan file tersebut dengan menekan add File(s) atau add folder. Lihat gambar dibawah.


11. Kemudian tambahkan forlder apabila aplikasi ada sebuah folder yang dibutuhkan aplikasi.


12. Setelah semua kebutuhan aplikasi sudah dimasukan maka tampilan akan seperti dibawah ini.


13.  Kemudian tekan tombol Next , melakukan pen-setingan palikasi icon. Lihat gambar di bawah.


14.  Lalu Next Lagi. Muncul form untuk lisensi. Apabila aplikasi tidak ada lisensi maka di Next aja.


15. Muncul form bahasa yang akan digunakan ketika menginstal aplikasi


16. Kemudian untuk Compiler Seting.


17. Kemudian Next, akan muncul gambar seperti dibawah. Di Next saja.


18. Kemudian Finish.


19.  Tambah kan code seperti dibawah ini.



20. Kemudian tekan tombol compile


21. Aplikasi telah berhasil dijadikan Installer


Aplikasi sudah berhasil dibuat installer. selamat mencoba ....

Rabu, 25 Februari 2015

Kisah Ainul Mardhiah Bidadari Tercantik di Surga

Reporter : Sauki Habibi | Jumat, 20 Februari 2015 15:04

Kisah Ainul Mardhiah Bidadari Tercantik di SurgaIlustrasi
Kisah Ainul Mardhiah diceritakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi. Setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati.
Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pasukan Islam. Nabi pun bersabda, "Sesungguhnya orang yang mati syahid karena Allah, maka Allah akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga". Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah.
Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.
Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, "Di manakah ini?".
"Inilah surga.", jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, "Apakah Anda Ainul Mardhiah?".
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang itu."
Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan saya ini penjaganya. Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya."
Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan. Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu."
Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. Pemuda itu pun bertanya.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiah"
Pemuda itu pun mendekat, tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, "Anda bukan seorang yang mati syahid."
Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.
Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya mati syahid.
Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah".
Agungnya Ainul Mardhiah ini pun menginspirasi tim nasyid UNIC untuk menciptakan lagu khusus dengan judul Ainul Mardhiah dengan lirik yang sangat menyentuh berikut ini.
Dirimu pembakar semangat perwira
Rela berkorban demi agama
Kau jadi taruhan berjuta pemuda
Yang bakal dinobat sebagai syuhada'
Itulah janji pencipta yang Esa
Engkaulah bidadari dalam syurga
Bersemayam di mahligai bahgia
Anggun gayamu wahai seorang puteri
Indahnya wajah bermandi seri
Menjadi cermin tamsilan kendiri
Untuk melakar satu wacana
Buatmu bernama wanita
Ainul Mardhiah
Kau seharum kuntuman di taman syurga
Menanti hadirnya seorang lelaki
Untuk menjadi bukti cinta sejati
Oh Tuhan
Bisakah dicari di dunia ini
Seorang wanita bak bidadari
Menghulurkan cinta setulus kasih
Di hati lelaki bernama kekasih

Minggu, 22 Februari 2015

Cara Install Fastreport Di Delphi 7

sore para delphier, pada kesempatan sore ini saya ingin berbagi tutorial cara menginstall komponen fastreport pada delphi 7, komponen ini sering saya gunakan untuk membuat laporan pada delphi,selain tampilanya yang bagus komponen ini juga mudah unuk digunakan.

sebelumnya saya sudah pernah membahas komponen ini pada artikel saya yang sebelumnya silahkan baca gratis download komponen fastreport. setelah didownload softwarenya silahkan di ekstrax foldernya dan ikuti tutorial dibawah ini untuk melakukan instalasinya.


pada folder yang sudah kita ekstrak tadi kita cari file yang namanya recompile lau klik dua kali seperti gambar dibawah ini


Cara Install Fastreport Di Delphi 7

 setting fastreport seperti gambar dibawah ini
Cara Install Fastreport Di Delphi 7

klik tombol compile dan tunggu samapi proses compile selesai,setelah itu akan muncul folder libD7 pada folder yang sama jika posisi file compilenya tidak diubah
Cara Install Fastreport Di Delphi 7

lalu buka delphi 7 dan pada menu component pilih install package
Cara Install Fastreport Di Delphi 7

klik tombol add
Cara Install Fastreport Di Delphi 7

perhatikan folder libD7 dan didalamnya ada beberapa file Bpl,blok semua file lalu klik tombol open, setelah itu komponen akan diinstall,jika muncul pesan error klik tombol ok saja
Cara Install Fastreport Di Delphi 7
proses instalasi sudah selesai, jangan lupa tambahkan librarypathnya agar tidak eroor caranya bisa dilihat pada tutorial cara install comport di delphi 7

Rabu, 10 Desember 2014

Kalah, Tertantang, dan Kemudian Menang (bag.1)


Kekalahan kaum Muslimin dalam Perang Salib terus berjatuhan ke tangan lawan hingga Granada, kerajaan Muslim yang terakhir di Andalusia, jatuh pada tahun 1492
Kalah, Tertantang, dan Kemudian Menang (bag.1)

KALAH dan menang merupakan hal yang biasa terjadi dalam perjalanan sebuah ummat. Tak selamanya suatu ummat mengalami kemenangan dalam perjalanan sejarahnya, dan tak selamanya juga ia mengalami kekalahan. Jika suatu bangsa atau ummat terus menerus menang, maka kita tidak akan pernah menyaksikan terjadinya pergantian kepemimpinan bangsa-bangsa di dalam sejarah. Dan kalau sebuah ummat atau bangsa terus menerus kalah, maka sudah tentu ia tidak akan mampu muncul sebagai sebuah ummat, karena ia telah kalah dan hancur sejak awal kelahirannya. Terjadinya pergantian menang dan kalah ini telah diisyaratkan di dalam al-Qur’an:
إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاء وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’ . Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. “ (QS ali Imron (3): 140)
Silih bergantinya menang dan kalah semestinya menjadi pelajaran berharga bagi suatu ummat atau bangsa. Kemenangan tidak semestinya menjadikan mereka sombong, lupa diri, dan hilang kewaspadaan. Walaupun kemenangan itu menggembirakan, tidak tertutup kemungkinan suatu saat ia akan berbalik menjadi kekalahan.
Demikian juga, kekalahan tidak semestinya menjadikan suatu ummat lemah atau kehilangan optimisme. Karena boleh jadi, kekalahan itu suatu saat akan berganti menjadi kemenangan. Yang penting adalah bagaimana menjadikan kekalahan itu sebagai tantangan untuk bangkit kembali dan akhirnya menang.
Andalusia: kemenangan yang berganti menjadi kekalahan
Kemenangan yang cepat dan spektakuler, ternyata bisa juga berubah menjadi kekalahan, walaupun kekalahan itu merayap secara perlahan-lahan sebelum akhirnya menjadikan si pemenang takluk sepenuhnya. Ini yang pernah terjadi pada peradaban Islam di Andalusia. Kita mengetahui bahwa kaum Muslimin menang dengan cepat dalam proses penaklukkan Spanyol. Tariq bin Ziyad menyeberang Selat Gibraltar pada tahun 92 H yang bertepatan dengan tahun 711 Masehi. Proses penaklukkannya berlangsung cepat, karena Kerajaan Visigoth di Spanyol pada masa itu sudah mengalami banyak kemunduran. Sebagian penduduk Spanyol justru melihat kedatangan pasukan Tariq sebagai pembebas, bukan sebagai penjajah. Hanya dalam waktu dua atau tiga tahun, hampir seluruh wilayah Spanyol jatuh ke tangan kaum Muslimin. Spanyol kemudian dikenal sebagai Andalusia oleh kaum Muslimin dan pada wilayah ini berkembang peradaban Islam yang cukup penting untuk waktu yang panjang, yaitu selama hampir delapan abad.
Kemenangan Tariq bin Ziyad, yang didukung juga oleh atasannya Musa bin Nusayr, merupakan sebuah kemenangan yang cepat dan gemilang. Walaupun pada awalnya keadaan tidak stabil, tetapi sekitar setengah abad kemudian berkembang peradaban Islam yang sangat penting di wilayah ini. Perkembangan pesat ini terutama berlaku setelah terbentuknya kerajaan Bani Umayyah dengan masuknya Abdurrahman al-Dakhil ke Andalusia, setelah Dinasti Umayyah di Damaskus runtuh dan digantikan oleh Dinasti Abbasiyah.
Saat melihat kemenangan dan kejayaan Andalusia, mungkin tidak ada yang pernah berpikir tentang kemungkinan terjadinya kekalahan. Karena peradaban Andalusia sangat kuat, maju, dan indah. Ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat. Tetapi kenyataan menunjukkan hal yang berbeda. Mereka pada akhirnya berada di pihak yang kalah oleh kerajaan-kerajaan Kristen di Spanyol utara yang tumbuh membesar secara perlahan dan belakangan mampu menaklukkan wilayah Muslim sedikit demi sedikit hingga yang terakhir ini semakin terdesak ke selatan.
Bagaimana kaum Muslimin yang menang gemilang pada akhirnya justru mengalami kekalahan dan penaklukkan kembali (reconquista) oleh lawannya? Ternyata hal ini memiliki sejarah yang panjang, bahkan sejak awal kemenangan kaum Muslimin sendiri. Ketika kaum Muslimin menaklukkan Andalusia pada tahun 711-714 Masehi, ada sekelompok kecil sisa-sisa pasukan Visigoth yang melarikan diri ke sebuah dataran tinggi di bagian utara Andalusia, dipimpin oleh seorang bernama Pelayo. Mereka bersembunyi di dataran tinggi, sementara pasukan Muslim berjaga-jaga di bawah. Mereka bertahan tanpa makanan dan minuman, hanya sekedar dari apa yang bisa mereka dapatkan dari lingkungan di sekitar mereka. Mereka kelaparan dan jumlah yang mampu bertahan menjadi tinggal tiga puluh hingga empat puluh orang saja.
Pasukan Muslim yang berjaga di bawah akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mereka, karena orang-orang ini dianggap sudah tidak lagi mempunyai kekuatan. Tetapi Pelayo dan pasukannya yang kecil dan lemah ini ternyata perlahan-lahan mampu bangkit dan nantinya mendirikan Kerajaan Asturias di utara Andalusia. Beberapa abad kemudian, orang-orang Kristen di Utara semakin kuat, dapat membentuk beberapa kerajaan, dan perlahan-lahan mulai merebut kembali wilayah-wilayah Muslim di Selatan. Pada tahun 1085, kerajaan Kristen di utara berhasil merebut kota Toledo. Pada tahun 1236, giliran kota Cordova yang jatuh ke tangan pasukan Kristen, padahal dulunya Cordova merupakan pusat pemerintahan Islam di Andalusia. Tentang jatuhnya wilayah-wilayah Muslim ini, al-Maqqari (1984), seorang sejarawan, mengutip perkataan seorang ulama Andalusia:
Situasi di mana kaum Muslimin pada hari itu mengepung gunung serta beberapa manusia terpojok yang melarikan diri ke atasnya, terbukti di belakang hari sebagai sebab utama dari sejumlah penaklukkan di mana generasi keturunan Pelayo berhasil melakukan penaklukkan atas wilayah-wilayah Muslim yang keadaannya semakin meningkat pada tahun-tahun belakangan ini, yaitu bahwa musuh Allah tersebut telah mereduksi banyak kota yang ramai penduduknya; dan, pada saat saya menulis sekarang ini, kota Cordova yang agung … telah jatuh ke tangan orang-orang kafir itu. Semoga Allah menundukkan mereka!
Sebenarnya, Pelayo bukanlah satu-satunya faktor yang mengantarkan pada kekalahan Muslim di Andalusia. Masalahnya ada di kaum Muslimin sendiri yang belakangan mengalami perpecahan dan sibuk dengan kekayaan duniawi. Kalaupun Pelayo dan pasukannya ketika itu berhasil dikalahkan, mungkin akan tetap ada ’Pelayo-Pelayo’ lain yang mengancam keberadaan mereka.
Kekalahan kaum Muslimin masih belum berakhir sampai di situ. Wilayah mereka terus berjatuhan ke tangan lawan hingga Granada, kerajaan Muslim yang terakhir di Andalusia, jatuh pada tahun 1492. Bersama dengan dikuasainya negeri tempat keberadaan istana Alhambra itu, kemenangan dan kejayaan gemilang kaum Muslimin Andalusia menjadi hilang tak berbekas. Kemenangan berbalik menjadi kekalahan. Dan hal itu disebabkan karena mereka mengingkari nikmat-nikmat yang telah mereka terima sebelumnya. Hal ini seperti yang disebutkan al-Qur’an:
وَضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَداً مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللّهِ فَأَذَاقَهَا اللّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ
”Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah. karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS an Nahl (16): 112).* bersambung bagian 2
Penulis adalah kandidat doktor bidang Sejarah di IIUM yang juga penulis buku-buku best seller
Rep: Administrator
Editor: Cholis Akbar

Selasa, 12 Agustus 2014

Membuat Menu Navigasi dengan DevExpress

Jika kita berbicara masalah tampilan aplikasi saya kira hal itu tidak akan ada habisnya mengingat teknologi yang terus berkembang dari masa ke masa. Ambil saja contoh Handphone yang dulunya hanya berwarna hitam putih dan hanya bisa untuk SMS dan Telpon Saat ini tampilan bahkan kemampuan dari sebuah handphone hampir menyerupai komputer.

Berkaitan dengan hal diatas, Saya sendiri menyadari bahwa Urusan Desain Tampilan memang hal yang paling utama untuk kenyamanan End User. Berangkat dari hal itu kali ini saya mau sharing tentang cara membuat Menu Navigasi di Delphi dengan memanfaatkan salah satu component delphi yaitu Dev Express. Sobat Tahu kan menu Navigasi itu seperti apa ? contoh hasil akhir yang kita inginkan adalah seperti di bawah ini

Membuat Menu Navigasi dengan DevExpress

Cara membuatnya silahkan ikuti step-step berikut :

1. Silahkan Download dan Install component  DevExpress untuk delphi tujuh. Link Download ada pada postingan sebelumnya yang membahas cara membuat menu Office 2010 pada Delphi

2. Selesai install, silahkan buka Delphi Sobat

3. Masuk ke Pallete Win32 Tambahkan Komponen ImageList ke Form Sobat

4. Klik 2 kali Komponen ImageList kemudian Add (tambahkan 9 Icon ekstensi *.bmp atau *.ico) -> Apply -> OK
Membuat Menu Navigasi dengan DevExpress

5. Masuk Ke Pallete Dev Express kemudian tambahkan komponen dxNavbar ke Form Sobat. atur property sebagai berikut :
Align = alLeft
OptionImage -> SmallImage = ImageList

Membuat Menu Navigasi dengan DevExpress


6. Klik Dua kali komponen dxNavbar pada Form Sobat. Klik menu groups dan tambahkan 3 group. atur masing-masing property grup Sebagai berikut :
Caption = Terserah sobat
SmallImageIndex = Urutan gambar yang ada di ImageList / step 4 (di mulai dari 0). pilih salah satu misal 1

Membuat Menu Navigasi dengan DevExpress

7. Masih pada Pengaturan dxNavbar, Klik menu Items dan tambahkan 6 Item. atur property masing-masing Item sebagai berikut :
Caption = Terserah Sobat
SmallImageIndex = Urutan gambar yang ada di ImageList / step 4 (di mulai dari 0). pilih salah satu misal 3

Membuat Menu Navigasi dengan DevExpress

8. Masih pada Pengaturan dxNavbar, Klik menu Link Designer. Tambahkan Item 1 dan 2 ke Group 1, Item 3 dan 4 ke Group 2 dan Items 5 dan 6 ke Group 3 Caranya klik 1 kali pada salah satu group dan klik 1 kali pada item yang mau ditambahkan pada group tersebut kemudian klik button (+) atau bisa juga dengan drag and drop
Membuat Menu Navigasi dengan DevExpress

9. Klik menu View kemudian Pilih Skin Menu Navigasi Sesuka Sobat.

Membuat Menu Navigasi dengan DevExpress

10. Sampai disini, kita sudah berhasil membuat menu navigasi. akhir kata selamat mencoba :)

Membuat Menu Navigasi dengan DevExpress